Jumat, 09 Oktober 2015

Testimoni Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta


Pernyataan Sikap Civitas Akademika UNJ Soal Kasus Andri Rivelino

"Seorang laki-laki seharusnya bisa memuliakan & bertanggung jawab terhadap seorang perempuan ketika laki-laki berbuat salah kepadanya, tetapi bukan menghakiminya ketika perempuan tersebut sebenarnya adalah korban dari pelecehan seksual dari laki-laki, dan kampus seharusnya tahu betul akan hal tersebut karena di kampus mengajarkan asas kebenaran & kebaikan bukan mengajarkan kebohongan & keniscayaan dengan menutup mata dari permasalahan yang ada" #AdiliAndri

(Izhar Maliki, Sejarah 2013)


Kampus seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap.mahasiswa yang belajar. Tapi jika kejadian memalukan seperti ini terjadi bahkan pelakunya adalah dosen itu adalah hal yang sulit diterima akal sehat bagi saya. #AdiliAndri

Agung setya budi (sejarah 2013 BPM FIS)

"Kasus ini bukan sekali terjadi. Tapi pihak kampus masih juga tidak mengambil tindakan tegas. Korban dibiarkan mencari perlindungan sendiri. Saya perempuan dan saya mencoba melakukan apa yang harus saya lakukan, bukan apa yang dapat saya lakukan. Kampus seharusnya bisa menyelesaikan kasus pemerkosaan ini bukan dengan menutupinya, tapi selesaikan hingga lunas, tuntas." #AdiliAndri
-Anisa Suci Ra.-
(Sejarah UNJ 2013)

"Hari ini aku melihat hanya ada garis tipis antara dosen dan tukang cabul. pihak kampus berkata; "pelaku bebas menuntut korban, korban boleh membela diri."                           Andai aku menjadi seorang Dosen UNJ" #AdiliAndri (Arif, Sejarah 2011)

"Tidak ada toleransi pada bentuk pelecehan seksual apapun. Apalagi hal ini dilakukan oleh seorang pendidik. Kampus, ayo bantu tuntaskan. Hanya keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama. Saya yakin institusi kita jauh lebih pintar dari keledai." #AdiliAndri
(Lisa, PPKN 2012)



#UNJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar