Jumat, 01 Januari 2016

Sajak Tanpa Nama

Oleh : Amar Ar-Risalah 

Bukankah kita akan diuji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan?
Bukankah yang kita cari; adalah penjara yang mengajarkan kesabaran atas kehidupan yang fana
Dan bukankah surga dikelilingi dengan pintu-pintu rasa takut dan kekerdilan atas arti diri yang merdeka
Bukankah lapar dan insomnia adalah dua teman sejati; yang mengajarkan kita berbaikhati pada ketabahan-duhai bukankah Dia yang menjadikan kita
Tertawa dan menangis...
Bukankah kita terbiasa dibidik ribuan panah dan ditantang ribuan pedang;
Dan untuk seorang kurus yang napasnya tak lagi lapang ini; orang-orang akan mengerahkan sepasukan besar: apa yang mereka cari
Apa yang mereka takuti dari seorang yang cuma bisa berpikir lalu menuliskannya dalam catatan tipis
Tanpa nilai atau selembar pengakuan akademis dan promosi jabatan
Apa yang mereka takuti bahkan dari sebuah sajak yang tak pernah diterbitkan di mana-mana
Apa yang mereka takuti dari komentar-komentar nakal cinta monyet kita semasa muda

Duhai, bukankah Dia yang mematikan dan menghidupkan: yang menjamin kebebasan dan rizki
Hari-hari belakangan kita semakin mengerti; kenapa Rasul-rasul didustakan sebagai penyair yang gila
Karena sebuah sajak tak bernama begitu menikam jantung rahasia-rahasia buruk sangka
Karena sebuah sajak yang lugas tetapi sedalam mata perempuan lebih mengancam daripada tatamoral dan serangkaian aturan kerja
Duhai-apa yang mereka takuti dari seorang hamba yang sendiri
Yang gharib dan musafir; sekadar mengambil air, tanpa seorangpun mengenalnya
Apa yang mereka takuti dari doa-doa sembunyi yang bahkan tidak diucapkan oleh para nabi
Apa yang harus ditakuti dari pesan-pesan singkat yang dikirim tidak dari lauh-mahfuz menjadi wahyu
Yang mesti diimani?

Duhai; sesungguhnya bisikan-bisikan dan makar diam-diam itu datangnya dari syetan, agar kita bersedih hati: dan itu tidak akan berbahaya
Kecuali atas seizin Dia
Apakah catatan-catatan kecil kita menjelma menjadi teriakan keras dari segala penjuru; yang ditujukan pada mereka; apakah nafas mereka sesak
Seperti di puncak gunung tinggi
Apakah kita lebih berbahaya dari klaim-klaim dan penyalahgunaan dana yang didapat dari mimpi-mimpi orang miskin
Apakah kita lebih berbahaya dari kejahatan-kejahatan rahasia yang terbiasa dilakukan atas nama kebanggaan dan akreditasi...